Perubahan hukum Qatar dianggap sebagai tonggak bagi pekerja

Pergantian hukum yang akan sangat mungkin sejumlah besar pekerja migran tinggalkan Qatar tiada izin dari majikan mereka sudah digembar-gemborkan oleh beberapa juru kampanye menjadi tonggak dalam pertarungan menantang pelanggaran buruh dalam persiapan ke arah Piala Dunia selanjutnya. Qatar sudah melawan pengawasan internasional atas keadaan kerja yang ditemui beberapa ratus ribu migran yang kerja keras di tempat konstruksi di awalnya kompetisi 2022.

Baca Juga : Saul Dukung Antoine Griezmann Menangkan Ballon d’Or

Akan tetapi Sharan Burrow, sekretaris jenderal Konfederasi Serikat Buruh Internasional, menjelaskan pergantian itu akan “ambil hati dari skema kafala”, bentuk sponsor yang populer yang mengikat pekerja dengan majikan mereka. Dibawah undang-undang baru, entrepreneur akan tidak kembali mempunyai kemampuan untuk menampik izin keluar untuk sejumlah besar pekerja mereka, walau mereka akan menjaga hak ini untuk 5% dari tenaga kerja mereka. Pergantian akan tidak memengaruhi hak pekerja yang tidak dicakup oleh hukum perburuhan Qatar, seperti 174.000 pekerja rumah tangga di negara itu.

Baca Juga :

  1. Agen Bola
  2. Judi Bola
  3. Agen IBCBET
  4. Agen MAXBET

Riset oleh Amnesty International temukan jika pekerja rumah tangga begitu rawan, melawan jam kerja yang panjang, penetapan yang ketat pada kebebasan berjalan serta kekerasan fisik serta seksual. Houtan Homayounpour, kepala kantor project Organisasi Buruh Internasional di Qatar, menjelaskan undang-undang itu ialah “langkah awal ke arah penindasan penuh izin keluar”. Ada lebih dari 1,9 juta pekerja migran di Qatar – seputar 90% dari keseluruhan masyarakat negara itu, menurut kementerian rencana pembangunan serta statistik.

Lihat Juga :  Ketika Busquets Tak Ikhlas Barca Ditahan Imbang Valencia

Baca Juga :

  1. Agen Bola
  2. Bola Tangkas
  3. Agen Bola Tangkas Online
  4. Tangkas Online
  5. Tangkas Indonesia

Sejumlah besar datang dari beberapa negara Asia selatan serta tenggara termasuk juga India, Nepal, Pakistan, Filipina serta Bangladesh. Laporan keadaan kerja yang memprihatinkan sudah tempatkan Qatar dibawah desakan kuat untuk tingkatkan hak pekerja migran. Pada tahun 2013, investigasi Guardian temukan bukti kerja paksa untuk migran yang kerja di project infrastruktur Piala Dunia Qatar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme